Komunikasi Efektif Orang Tua Dan Anak

Written by Juki on January 10, 2021 in Mendidik anak dengan bijak with no comments.

Orang tua dapat berbicara di telepon bermain, memberi makan boneka, atau mengadakan pesta dengan mainan binatangnya. Penting pula untuk memberi tahu anak sebelumnya, sehingga anak dapat mengetahui bagaimana batas-batas tersebut bermanfaat bagi anak. Hal terpenting yang harus ditindaklanjuti adalah tetap konsisten dan berpegang teguh pada aturan yang sudah disepakati bersama antara anak dan orang tua. Sebab itu adalah satu-satunya cara untuk menunjukkan kewajiban yang harus dilakukan. Selain itu, hubungan yang tak baik dengan orang tua juga bisa memicu anak untuk membantah. Bahkan, kalimat seperti ini bisa membuat anak menjadi mudah cemas, tidak percaya diri, dan rendah diri, karena dia menganggap dirinya bertanggung jawab atas perasaan orang lain.

Sebaliknya,Parents dapat mengajari anak untuk melewati perasaan tertentu dengan cara fokus pada kegiatan yang lebih penting. Katakan padanya bahwa tidak apa-apa untuk mengekspresikan diri. Kita mungkin berada dalam posisi yang bisa membelikan mainan Lego favorit anak atau boneka Barbie yang diidamkan. Tetapi kita sering tidak ingin membelikan dengan alasan tak mau memanjakan anak. Jika Bunda bertanya dan tak mendapat jawaban, jangan hanya mengulanginya. Itu tidak akan membuat mereka mau mendengar, coba kembali ke langkah pertama.

Jadi biarkan buah hati Anda belajar dengan melakukan kesalahan agar mampu mengoreksi dirinya sendiri. Dengan begitu mereka tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di lain hari. Jika Anda menginginkan anak melakukan sesuatu, panggil namanya tanpa berteriak. Katakan tolong sehingga anak berpikir bahwa Parent Pinters membutuhkan bantuannya, alih-alih memerintahnya.

Jangan sampai salah satu berkata boleh dan yang satunya berkata tidak. Kekompakan ayah ibu juga melatih anak untuk baik dalam lingkungan berkelompok dan kemampuan kerja sama dengan orang lain yang lebih baik. Pola asuh yang baik juga memiliki beberapa pokok yang perlu diperhatikan agar pola asuh anak menjadi efektif. Setiap anak memiliki karakter yang berbeda- beda sehingga orang tua harus selalu berfikir kreatif untuk menyesuaikan pola asuh mereka. KORDANEWS – Setiap orangtua pada dasarnya memiliki cara mendidik anak versinya masing-masing. Namun, setiap orang tua tentu berharap anak mau mendengarkan setiap nasihat dan kata-kata orangtuanya.

Cara agar anak mau mendengarkan kata orang tua

Ini akan membantu anak keluar dari perasaan sedih dan membangun harga dirinya. Agar anak mau mendengarkan, ingatlah bahwa ia merespon dengan cepat ketikaParents tidak memberikan tekanan yang berlebihan padanya untuk menyembunyikan perasaan. Jangan memaksa anak menjadi tidak wajar dan menyembunyikan emosinya. Tetapi tidak ada hal yang bisa dipelajari dengan mudah jika diajarkan dengan pendekatan yang ketat. Metode yang lunak namun tegas selalu berhasil diterapkan agar anak mau mendengarkan.

Kata-kata yang baik membantu membangun kepercayaan diri dan membuat anak merasa nyaman. Anak akan berperilaku lebih baik dan berusaha memberikan rasa hormat yang sama dengan pujian yang orang tua berikan kepada mereka. Cobalah untuk menjelaskan apa yang Anda ingin anak lakukan dengan kata-kata yang positif. Menyampaikan sesuatu bisa berhasil dilakukan ketika orang tua berakting layaknya putra putri mereka sesuai dengan umurnya. Namun, jika memang anak sudah melampaui batas, sesekali Anda bisa tegas saat berbicara dengan mereka.

Bagaimanapun, Anda bisa memulihkan kembali telinga anak tanpa kehilangan suara atau ketenangantanpa pengeras suarahanya dengan mendengarkan saran kami. Lakukan berulang, hingga emosi atau rasa tidak nyaman dalam diri terus berkurang dan hilang. Mendengarkan adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam memahami sesuatu. Cara ini bisa dilakukan dengan duduk berdekatan dan sejajar dengan anak, tatap mata atau wajahnya. Dengarkan tanpa menyela, tahan nasihat, dan tangkap emosi yang terlihat atau terdengar dari anak. Dengan demikian anak akan merasa diterima dan dihargai emosinya.

Comments are closed.