Hari Ini, Pemerintah Akan Mulai Program Vaksinasi Covid

Written by Juki on July 23, 2020 in Efektivitas Vaksin Covid with no comments.

“Kita fokus di vaksin mandiri untuk karyawan dan pekerja dulu,” kata Rosan hari ini. Pemerintah seharusnya menjamin terlebih dahulu pendistribusian vaksin ke berbagai daerah. Sementara, vaksin dosis kedua berperan sebagai booster atau meningkatkan kekuatan vaksin sehingga antibodi yang telah terbentuk semakin kuat dan optimal.

Nantinya, vaksinasi akan diberikan secara bertahap, dalam memprioritaskan kelompok prioritas untuk menerima vaksinasi. Layaknya obat dan vaksin lainnya, pengembangan vaksin COVID-19 harus melalui tiga tahap uji klinis. Setelah memenuhi ketiga tahap uji klinis tersebut dan dinyatakan efektif serta aman digunakan, vaksin COVID-19 baru bisa mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan . Salah satu upaya untuk menekan angka kasus COVID-19 yang kian meningkat adalah dengan penyediaan vaksin COVID-19 dari pemerintah.

Untuk menjaga akuntabilitas pengadaan vaksin, maka vaksin yang dibayarkan pemerintah maupun yang mandiri tetap harus melalui Bio Farma, sebagai BUMN yang ditunjuk untuk pengadaan vaksin. Sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas, dalam waktu dekat Bio Farma diminta memaparkan kepada publik mengenai biaya pembelian vaksin dari semua mitra kerjasamanya. Tim inspeksi yang terdiri dari unsur BPOM, Kementerian Kesehatan, MUI, Bio Farma akan bertolak ke Tiongkok pada tanggal 14 Oktober 2020 untuk melihat kualitas fasilitas produksi dan kehalalan vaksin produksi Sinovac, dan Cansino. Sementara knowledge untuk vaksin G42/Sinopharm akan diambil dari data uji klinis di UAE karena diproduksi di sana. Rapat tersebut membahas perkembangan diplomasi Indonesia guna memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 dalam negeri serta isu terkini terkait perkembangan situasi dan upaya diplomasi RI terhadap Palestina. “Saya ingin menguatkan, teman-teman kita di luar negeri harus dipastikan juga bahwa mereka mendapat haknya dalam hal kesehatan yaitu masalah vaksin,” ujar Jazuli.

Dari penyelidikan itu, Bareskrim berhasil mengetahui adanya mata rantai dari produsen hingga distributor gelap. Ditegaskannya, pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN tidak pernah meminta atau memaksa UMKM untuk ikut vaksinasi berbayar. Adapun untuk pengadaan vaksin senilai Rp77 triliun ini, dikatakannya masih bertahap masuk ke Indonesia. Karena itu, proses penyuntikannya tidak bisa sekaligus dilakukan melainkan dilakukan terhadap sektor-sektor prioritas terlebih dahulu. VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menjamin Pemerintah tidak akan mencari margin atau untung dari hasil pengadaan vaksin COVID-19. Vaksin tersebut memang diedarkan secara free of charge namun juga ada yang dibeli pengusaha melalui program Vaksin Gotong Royong.

Vaksin dari pemerintah

Indonesia menjadi negara yang sehat bukan hanya secara jasmani tetapi juga sehat secara finansial dan bisa memberikan pelayanan yang maksimal,” lanjutnya. Akhir-akhir ini, sebagian masyarakat mungkin sering mendengar pemberitaan terkait pengembangan vaksin sebagai salah satu solusi untuk menanggulangi pandemi COVID-19. Imunisasi adalah suatu upaya untuk membentuk atau meningkatkan kekebalan tubuh, baik orang dewasa maupun anak-anak, terhadap suatu penyakit. Tujuan pemberian imunisasi adalah untuk mencegah penyakit tertentu atau menghindari risiko munculnya gejala yang berat saat terserang suatu penyakit.

Uji laboratorium dari jumlah 72 sampel yang berisikan 13 jenis vaksin, diperoleh 7 jenis palsu pada 23 sampel. Sebelum melakukan penjualan, produk vaksin diperiksa (pre-market) oleh BPOM kemudian didistribusikan ke melalui distributor resmi yang, untuk vaksin,berjumlah enam distributor. Rumah sakit tidak boleh melakukan pengadaan vaksin ataupun obat membeli dari distributor yang tidak resmi. Masyarakat dapat melihat daftar distributor resmi pada Iaman Kementerian Kesehatan Rl. Dengan komitmen kuat Kementerian Kesehatan, hingga pertengahun tahun 2016, cakupan imunisasi di Indonesia berhasil mencapai ninety two,5% atau di atas target untuk tahun 2016 yaitu 90%. Dengan cakupan imuninasi yang amat baik ini, dijamin masyarakat terlindungi dari penyakit-penyakit dengan skala luar biasa atau KLB.

Comments are closed.