Apakah Vaksin Covid Halal

Written by Juki on June 21, 2020 in Efektivitas Vaksin Covid with no comments.

Majelis Ulama Indonesia menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca yang diproduksi di SK Bioscience, Korea Selatan, boleh digunakan usai MUI melakukan serangkaian kajian serta mendengar berbagai masukan-masukan dari otoritas serta para ahli soal keamanannya. tirto.id – Vaksin AstraZeneca sudah didistribusikan ke enam provinsi di Indonesia oleh PT Bio Farma . Hal ini dilakukan sebagai upaya mempercepat kegiatan vaksinasi nasional dalam menciptakan kekebalan komunitas. Di Pakistan, di mana kepercayaan terhadap vaksin telah memudar atas alasan agama dan politik, orang tua bisa dipenjara karena menolak memvaksinasi polio anak-anak mereka. Perusahaan Bio-farmasi Moderna dari AS menyusul umumkan sukses dengan vaksin yang diberi nama mRNA-1273 dengan efektifitas ninety four,5%. Sama dengan BioNTech, vaksin dikembangkan dengan teknologi teranyar berbasis mRNA virus.

Liputan6.com, Jakarta Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia Muti Arintawati mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan permintaan sertifikasi halal untuk produk dan perusahaan. Kendati begitu, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengatakan meski vaksin COVID-19 tidak mendapatkan sertifikasi halal maka boleh digunakan karena saat ini dalam keadaan darurat belum ada obat atau vaksin antivirus SARS-CoV-2. Ketua Majelis Ulama Indonesia bidang Fatwa dan Urusan Halal Asrorun Niam Sholeh mengatakan, MUI sedang menuntaskan fatwa halal CoronaVac, vaksin COVID-19 produksi perusahaan Sinovac. Masduki Baidlowi mengatakan, fatwa MUI terkait penggunaan vaksin Covid-19 buatan Sinovac akan terbit sebelum tanggal vaksinasi terhadap Presiden Jokowi pada thirteen Januari. Dalam mengeluarkan fatwa kehalalan vaksin Covid-19, MUI kata Azhar menjadikan sumber hukum agama sebagai pegangan yakni Al Quran, Al Hadits, serta kaidah fikih, dan pandangan ulama.

Sesuai arahan Presiden terkait upaya peningkatan hubungan dan kekompakan guna menciptakan sinergitas antara pemerintah dan Forkopimda di daerah, Bupati Herdiat mengatakan untuk lebih terjalin lebih baik demi mempercepat pemutusan mata rantai Covid-19 di Indonesia. “Presiden menekankan kewaspadaan dan antisipasi glombang ke-2 Covid-19 dan varian baru yang sudah mulai masuk ke negara kita yaitu dari Afrika, Inggris dan India,” jelasnya. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 lainnya, Reisa Broto Asmoro mengatakan, orang yang sudah divaksin lengkap dua dosis mendapatkan perlindungan tiga kali lebih besar dibandingkan orang yang tidak divaksin sama sekali.

Izin penggunaan darurat vaksin virus corona ini diberikan setelah BPOM mengkaji hasil uji klinis tahap III vaskin yang dilakukan di Bandung. Selain itu, BPOM juga mengkaji hasil uji klinis vaksin virus corona Sinovac yang dilakukan di Turki dan Brasil. Tiga vaksin virus corona sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan dan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia . Hal yang paling meresahkan masyarakat menurut Ustadz Nanung adalah hoax mengenai kehalalan vaksin Covid-19. Komisi Fatwa MUI Pusat sendiri sudah memberikan fatwa vaksin Sinovac halal dan suci.

Apakah vaksin covid halal

Sehingga, umat Islam nantinya tidak meragukan vaksin yang akan disuntikkan ke dalam tubuh mereka. Diberitakan kantor berita UEA, WAM, Selasa (22/12), fatwa ini datang sebagai tanggapan atas kekhawatiran yang berkembang di kalangan umat Islam terkait dengan status kehalalan vaksin Covid-19. Di samping itu, keputusan ini juga muncul sebagai jawaban Dewan Fatwa UEA atas permintaan pendapat dari Menteri Agama Malaysia. Namun, Nafis menegaskan, dalam kondisi terbatasnya vaksin Sinovac, vaksin Covid-19 keluaran AstraZeneca boleh digunakan. Untuk diketahui, vaksin Sinovac yang sudah mengantongi label halal hanya dapat memenuhi 28,6 persen dari kebutuhan dosis vaksin Covid-19 di Indonesia.

Hasil ini sudah sesuai dengan persyaratan efikasi untuk penerimaan emergency use authorization yang ditetapkan oleh WHO yaitu minimal 50 persen. BPOM tegas tidak merekomendasikan vaksin Covid-19 Astrazeneca untuk digunakan di Indonesia selama masih dalam proses kajian. Kelima, pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin Covid-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia. Sementara, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menyatakan vaksin AstraZeneca hukumnya halal. Alasannya, PWNU Jatim menilai, tripsin yang merupakan enzim babi hanya digunakan sebagai katalis untuk pengembangbiakan Virus Corona.

Comments are closed.